16 February 2009

Berdua Beriringan

Serasa baru kemarin sore, hujan deras yang menyertai Sakramen Perkawinan kita, Gereja Keluarga Kudus, Banteng, Yogyakarta.

16 Februari 2000, pukul 16.00 WIB, kita berjalan beriringan, berdua menuju altar keabadian cinta. Segala suara kontra mau-tak mau harus menjadi pro, dan para pro semakin mendaraskan doa syukur dan pujian. Tidak remaja lagi, tetapi telah cukup dewasa menurut hukum kanon Gereja Katolik, mampu membuat keputusan sendiri, untuk tidak hidup sendiri. Saling berjanji dan berbagi..

Segala keceriaan, segala kesukaan, segala kesenangan, segala kebahagiaan adalah milik kita berdua. Semua kekecewaan, semua kesedihan, semua kenakalan, semua kesukaran adalah tantangan bagi kita berdua.

Let it flows, where the stream goes.. we're just dust in God's hand. Let Him decide our path, along with our laughs.. Tak terasa telah sembilan tahun berlalu, saat janji suci itu terucap, saling mengikat diri dalam ikatan perkawinan.



Berpuluh tahun masih menanti untuk kita jalani, beratus kisah masih akan terjadi, beribu kenangan kelak tertoreh di dalam hati, berjuta cinta masih tersedia untuk kita miliki berdua..

29 January 2009

~ Coccoloba uvifera ~

Tumben-tumbenya mau mbahas tanaman, tapi yang satu ini memang spesial kok. Pertama tahu di berbagai sudut Hyatt Regency Yogyakarta; poolside Kemangi Bistro, Camp Hyatt, North Garden, sampe ke Bogey's Teras. Si "Anggur Laut" ini bertebaran disana.

Demi melihat batangnya yang kekar berurat-urat [peringatan penulis: mohon dibedakan dengan "batang berurat" yang lain; Beringin misalnya] secara kasat mata mirip Jambu Klutuk (Psidium guajava) tapi lebih berkambium. Dengan daun bulat-bulat kaku, sangat pas dijadikan sarana peneduh. Dengan batang yang dapat diatur/disesuaikan arah tumbuhnya, nggak percuma kalau "SeaGrape" cepat menjadi primadona pertamanan.

Mirip dengan mamalia, Anggur Laut juga mempunyai dua "gender" [ingat Pepaya? (Carica papaya L.) Berbuah=feminim, berbunga=maskulin]. Anggur Laut maskulin hanya berbunga saja, dengan batang yang cenderung bertumbuh menjulang keatas. Sementara Anggur Laut feminim dapat berbuah dengan daun lebih kaku dan pertumbuhan batang cenderung lebih merunduk. Bila anda menemukan bibit Anggur Laut yang masih prasekolah, coba lihat urat daunnya, bila berwarna kemerahan, hampir pasti bakal tumbuh menjadi Anggur Laut feminim. Mengingat daya tahannya yang tinggi terhadap garam, sangat cocok ditanam di daerah dekat laut [namanya juga Anggur Laut...]


Tak hanya sebagai hiasan taman dan peneduh semata, Anggur Laut ternyata berkhasiat juga loh.. [ketika mengucap "loh", harus agak ditelan... lidahnya..] Satu khasiat yang sudah terbukti keampuhannya sebagai obat diare.
Untuk obat diare dipakai + 10 gram buah Coccoloba uvifera yang masih muda, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus. Dijamin tokcer! Bila
sakit masih berlanjut hubungi dokter dan Puskesmas terdekat [Lha iya dong... masak lha iya lahh....]

Selain itu, SeaGrape juga mengandung saponin [toxic kuat untuk serangga, ikan dan amfibi], flavonoida [anti tumor/kanker, anti virus, anti alergi dan anti kolestrol], dan tanin [Pengikat ion logam, penyerap protein, dan antioksidan biologis]. Sudah pasti kegunaan dan kadarnya dalam Anggur Laut perlu penelitian lebih lanjut dari lembaga yang berkompeten [sambil poke para dokter dan apoteker].


Well, demikian sekelumit "penelitian" singkat tentang Anggur Laut yang sering ditemui tapi belum mengenalnya lebih jauh.. [sekarang sudah kenal..] Di bawah ini ada link tentang Anggur "SeaGrape" Laut dari situs yang lebih mumpuni dari tulisan di atas. Again, semoga bermanfaat..

~ WikiPedia : Coccoloba uvifera
~ Flori Data